Menghidupkan Budaya Literasi: YAYASAN MATAIN Gelar Pelatihan Menulis Bersama Imaam Yakhsyallah Mansur
CIBUBUR — Yayasan Masyarakat Ta’awun Indonesia (MATAIN) berkomitmen terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan umat. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabek dalam menggelar pelatihan menulis artikel pada Selasa (16/6). Kegiatan edukatif yang berlokasi di Masjid At-Taqwa, Cibubur, Jakarta Timur ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda Ta’lim Wilayah Jabodetabek, serta dihadiri secara antusias oleh jamaah hingga para aktivis masjid. Hadir sebagai pemateri utama, Imaam Yakhsyallah Mansur memberikan penekanan mendalam mengenai urgensi membangun budaya membaca dan menulis (literasi) di kalangan umat Islam. Menurut beliau, literasi bukan sekadar keterampilan teknis biasa, melainkan sebuah instruksi teologis yang menjadi pondasi kokoh tegaknya peradaban Islam. Membaca: Perintah Pertama dalam Islam Dalam pemaparannya, Imaam Yakhsyallah mengingatkan kembali memori sejarah turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW. Beliau menegaskan bahwa pondasi utama dari ajaran Islam dimulai dengan perintah untuk membaca (Iqra). “Perintah pertama yang turun adalah membaca. Ini menunjukkan betapa pentingnya membaca bagi kehidupan umat,” tegas Imaam Yakhsyallah Mansur. Beliau mengajak seluruh peserta yang hadir untuk aktif meningkatkan kebiasaan membaca guna memperluas cakrawala, wawasan, serta memperdalam ilmu pengetahuan. Sebagai salah satu referensi literasi yang sehat dan bermutu, beliau merekomendasikan umat untuk menyaring informasi bermanfaat dari media yang kredibel, seperti MINA News yang aktif menyajikan isu-isu terkini Palestina, tausyiah keagamaan, serta perkembangan dunia Islam lainnya. Menulis sebagai Ladang Pahala Jariyah Tidak hanya berhenti pada budaya membaca, Imaam Yakhsyallah juga menekankan bahwa umat Islam harus bertransformasi menjadi produsen ilmu pengetahuan melalui tulisan. Menulis dinilai memiliki dimensi spiritualitas yang tinggi dan berpotensi menjadi ladang pahala yang terus mengalir (amal jariyah). “Menulis itu penting dan bernilai pahala. Semakin banyak orang yang membaca tulisan yang bermanfaat, maka pahalanya juga akan semakin berlipat,” tambahnya. Melalui coretan pena yang membawa maslahat, seorang Muslim dapat menyebarkan kebaikan secara masif melampaui batas ruang dan waktu. Setiap ilmu yang diamalkan oleh pembaca akan kembali berbuah pahala bagi penulisnya. Komitmen Yayasan MATAIN dalam Literasi Umat Sinergi pelatihan menulis artikel bersama Yayasan MATAIN ini diharapkan menjadi pemantik awal (stimulus) dalam meningkatkan indeks literasi umat, khususnya di lingkungan Jabodetabek. Dengan kemampuan membaca yang kritis dan keterampilan menulis yang baik, para aktivis masjid dan jamaah diharapkan mampu menyebarkan dakwah yang sejuk, solutif, serta membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di era digital saat ini. Sumber Berita: Disadur dan dikembangkan dari Mi’raj News Agency (MINA)


